Bayangkan Anda ingin membuat aplikasi pencatat pesanan untuk usaha rumahan, tetapi belum memahami bahasa pemrograman. Melalui percakapan dengan kecerdasan buatan atau AI, Anda dapat menjelaskan kebutuhan tersebut dan meminta bantuan untuk menyusun aplikasinya. Pendekatan ini dikenal sebagai vibe coding, yaitu membuat perangkat lunak dengan mengandalkan instruksi dalam bahasa sehari-hari kepada AI. Dalam praktik yang sering dikaitkan dengan istilah ini, pengguna lebih banyak menilai hasil dengan mencoba aplikasi daripada membaca seluruh kode yang dihasilkan. Kemudahan tersebut membuka kesempatan untuk mewujudkan ide, tetapi aplikasi yang terlihat berfungsi tetap perlu diperiksa sebelum diandalkan. Penjelasan IBM tentang vibe coding memberikan gambaran mengenai pendekatan ini. Proses vibe coding biasanya berlangsung melalui percakapan berulang: pengguna menjelaskan keinginan, AI menghasilkan kode, lalu pengguna mencoba dan meminta perbaikan. Sebagai ilustrasi, pemilik usaha kue dapat mem...